BNN MUSNAHKAN 5 HEKTAR LADANG GANJA DI GAYO LUES

Gayo Lues, Selasa, 31 Mei 2022

Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh pada tanggal 26 Juni setiap tahunnya, menjadi momentum keprihatinan masyarakat dunia dalam menghadapi situasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Jelang peringatan HANI 2022, Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai leading institution Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkkba (P4GN) di Indonesia, menggencarkan upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba melalui berbagai cara, salah satunya pemusnahan ladang ganja.

Bekerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN berhasil mengidentifikasi dua titik ladang ganja siap panen di kawasan Hutan Lindung Pegunungan Leuser, Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.

Berada pada ketinggian 1.660 MDPL dan 1.715 MDPL, ladang ganja seluas 5 hektar tersebut berhasil ditemukan tim BNN pada Senin, 23 Mei 2022. Atas temuan tersebut, dibawah pimpinan Direktur Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, S.I.K., S.H., MH., BNN melakukan pemusnahan ladang ganja, Selasa, 31 Mei 2022.

Sebanyak 143 personel diterjunkan, bekerjasama dengan BNN Kabupaten Gayo Lues, Kejaksaan Negeri, Polres, Brimob, Kodim, serta Satpol PP Kabupaten Gayo Lues. Menempuh jarak dengan berjalan kaki selama 6 jam, Tim gabungan berhasil membabat 20.000 batang ganja dengan berat total 10 ton.

Apa yang tengah dilakukan BNN ini merupakan bentuk ketegasan pemerintah melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sesuai dengan Pasal 111 Ayat (2) Undang – undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Perlu diketahui, Gayo Lues menjadi salah satu target wilayah pengembangan program Grand Design Alternative Development (GDAD) besutan BNN. Melalui program ini, BNN memberi alternative bagi masyarakat yang dahulu bertani ganja untuk beralih pada komoditas tanaman produktif lainnya.

Dengan adanya pemusnahan ladang ganja ini, BNN berharap masyarakat semakin peduli terhadap aturan perundang-undangan di Indonesia yang melarang dengan tegas kepemilikan, penanaman serta peredaran gelap tanaman ganja.

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL SETTAMA BNN


Yessi Weningati
+62 852 8539 2822
Biro Humas & Protokol BNN RI

Pangkalan Militer Zionis di Quds Dibakar

Media Palestina melaporkan pembakaran pangkalan militer Israel di Quds.

Tentara rezim Zionis bentrok dengan warga Palestina pada Senin malam dalam serangan yang dilancarkan di daerah al-Issawiyah di Quds, serta di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa.

Menurut kantor berita Shahab, sebuah pangkalan militer Zionis dibakar pada Selasa pagi di desa Al-Issawiyah, yang terletak di bagian lama kota Quds, setelah tentara Israel bentrok dengan warga Palestina.

Insiden ini terjadi pada saat situasi keamanan di Palestina yang diduduki Israel memanas setelah serangan tentara Zionis di Al Quds dan serangan terhadap Masjid Al-Aqsa oleh pemukim Zionis.

Kelompok perlawanan Palestina juga menegaskan akan melancarkan perlawanan untuk menanggapi kejahatan terbaru rezim Zionis.

Pada hari Minggu, pemukim Zionis menyerbu Masjid Al-Aqsa dan menggelar pawai bendera yang memicu bentrokan dengan warga Palestina.

Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, lebih dari 200 orang terluka selama protes orang-orang Palestina terhadap pawai bendera Zionis, dan sekitar 60 warga Palestina juga ditahan oleh tentara Israel.

Pawai bendera terjadi ketika kelompok perlawanan Palestina berulang kali memperingatkan rezim Zionis tentang konsekuensi menggelar aksi provokatif pawai bendera Zionis di Al Quds.

Suriah: Turki Ingin Lakukan Genosida di Negara Kami

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan, aksi Turki menciptakan “zona aman” di Suriah, merupakan bagian dari kebijakan genosida dan penghapusan geografis.

Dikutip kantor berita Suriah, SANA, Senin (30/5/2022), pejabat Kemenlu Suriah mengecam aksi pasukan Turki di barat laut negaranya.

Operasi pasukan Turki beberapa hari lalu di sejumlah desa di timur laut Suriah, menyebabkan sejumah warga sipil tewas, dan memaksa puluhan keluarga mengungsi.

Pejabat Suriah menegaskan, aksi yang dilakukan Turki dengan menciptakan wilayah yang disebutnya “zona aman” sangat buruk, dan merupakan bagian dari kebijakan genosida yang dilakukan pemerintah Ankara di wilayah Suriah.

“Siapa pun yang secara ilegal dan di luar kerangka pemerintah Suriah, melakukan aktivitas dan menyerang warga sipil, ia bertanggung jawab atas kejahatan ini,” imbuhnya.