Tingkatkatkan Literasi Mahasiswa, LPPM UEU Gelar Pelatihan Metodologi Penelitian

.

Jakarta, Kemampuan Metodologi Penelitian menjadi mendasar terkait dengan kemampuan mahasiswa dalam merumuskan masalah. Sisi yang lain, meningkatnya penggunaan teknologi kerap kali tidak dibarengi kemampuan mahasiswa dalam menganalisa masalah dan mencari solusi masalah.
” Pada hal mereka mahasiswa tingkat akhir yang akan terjun dalam kehidupan, ” Kata narsum Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Metodologi Penelitian bagi mahasiswa Universitas Esa Unggul,
DR. Ari Anggrani Winadi Prasetyoning Tyas. SE. MM melalui sambungan telpon. Minggu, (27/3).

Ari Anggarani, menambahkan kemampuan analisa masalah dan merumuskan untuk ditulis menjadi bekal dalam menyusun tugas akhir.

” Pelatihan Metodologi Penelitian memberikan bekal kepada mahasiswa untuk memiliki kemampuan merumuskan masalah dan menuangkan dalam tulisan di tugas akhir, ” kata dosen FE UEU dan memangku jabatan Lektor FE UEU.

Pelatihan yang diikuti oleh Perguruan tinggi seluruh Indonesia berlangsung pada 17 September 2021 dengan 115 peserta dan
24 September 2021 dengan 110 peserta.

Pelatihan yang membekali peserta segudang keilmuan metodologi penelitian seperti aplikasi google scholar dalam mencari referensi, penggunaan soft were mendeley, pelatihan metodologi kuantitarif dan pelatihan kualitatif.

Sebagai Narsum Pelatihan diberikan oleh Lista Meriah S. Kom, MM.
Nina Nurhasanah SE. MM.
Dan DR Ummanah S. Sos, M. Si.

Penghujung percakapan,
Ari Anggarani berharap, pelatihan metodologi ini menjadi bekal literasi mahasiswa dalam menyusun tugas akhir.
“Ya, saya berharap pelatihan ini bisa di selenggarakan secara berkelanjutan dan meningkstkan literasi mahasiswa, ” Pungkas Ari Anggarani.

Kurir Ekspedisi Tewas Terlindas Truk di Pamulang, Sopir Kabur.

Tangerang Selatan – Saat di mintai keterangan prihal kecelakaan tersebut Humas Polres Tangsel Iptu Nanda Setya Pratama Baso, Memebenarkan bahwa pada Rabu 16 Maret 2022 malam, pukul 23.00 WIB Telah terjadi kecelakaan dan mengakibatkan korban tewas di tempat. Dia mengatakan jasad korban yang tergeletak di jalan sempat membuat kemacetan panjang dari kedua jalur.

Nanda mengatakan kejadian tersebut berawal saat korban bernama Feriyan Dahlan (33) melaju dari arah Ciputat menuju Pamulang mengendarai sepeda motor matik dengan nomor polisi B 6830 WZJ.

“Begitu sampai di depan Setu Sasak Tinggi, diduga korban hendak mendahului seunit mobil di depan. Namun naas kendaraannya justru hilang kendali dan berpapasan dengan truk tersebut dari arah berlawanan” Pungkasnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Kanitlantas Polsek Pamulang AKP Tukino. Dia mengatakan sepeda motor tersebut akan menyalip mobil di depannya, namun tidak terkendali kemudian menabrak Dumd truk sehingga mengakibatkan si pengendara tersebut tewas di tempat.

“Korban tewas seketika, Sementara itu truk bernomor polisi D 9873 AE tersebut berhenti setelah menyeret tubuh korban beberapa meter. Begitu juga dengan sejumlah barang kemasan dari sepeda motor korban nampak berserakan ke jalan” Ujar Tukino.

Saat ini kendaraan truk tersebut sudah diamankan ke Mapolres Tangsel. Dan kasus ini sekarang sudah dilimpahkan ke Polres Tangerang Selatan.

Mendag Siap Berkoordinasi Dengan Kapolri Pastikan Minyak Goreng Terpenuhi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi memberikan pengarahan kepada Kapolda dan Kapolres mengenai ketersediaan dan pendistribusian minyak goreng untuk kebutuhan masyarakat (14/3/2022). 

Sigit memberikan instruksi kepada seluruh Kapolda dan jajaran untuk pastikan ketersediaan minyak goreng baik di pasar tradisional maupun pasar modern. “Tolong betul – betul di awasi!!” Tegas Sigit kepada seluruh Kapolda dan jajaranya.

Hal tersebut disampaikan Sigit berdasarkan data yang dipaparkan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Stok kebutuhan minyak goreng untuk dalam negeri dalam keadaan aman. Oleh karena itu untuk pastikan ketersediaan minyak goreng dalam negeri, Sigit meminta kepada seluruh Kapolda beserta jajaran untuk mencegah terjadinya potensi pelanggaran yang dilakukan pihak atau oknum.

“Indikasi pelanggaran terkait apakah kewajibannya betul-betul sudah disalurkan ke produsen atau hanya sekedar dokumennya saja. Kita memastikan produsen minyak goreng sudah produksi sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat” ucap Sigit

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mengingatkan ada celah pelanggaran terkait disparitas harga dalam penjualan di pasar internasional. Beliau juga mengatakan ada indikasi pelanggaran aliran minyak sawit mentah atau CPO yang seharusnya disalurkan untuk kebutuhan rumah tangga yang digeser ke pasar industri, karena adanya selisih harga yang cukup tinggi. 

Selain menghimbau kepada Kasatwil untuk melakukan pengawasan ketat kepada pihak produsen dan distributor. Dia juga menegaskan kepada seluruh Kapolda berserta jajaran untuk melakukan pengawasan ketat di pelabuhan, jalur-jalur perbatasan, hingga jalur darat untuk mencegah adanya pelanggaran dari produsen yang mencoba untuk melakukan ekspor CPO secara diam diam.

“Jadi ini tolong dicek semua. Agar kita tahu masalahnya dimana. Sehingga disitu kita bisa melakukan penegakan aturan. Kita lakukan penegakan hukum apabila memang itu diperlukan. Jangan sampai ada kecurangan. Mohon rekan-rekan ambil langkah dilapangan. Lakukan langkah-langkah, koordinasi dengan satgas. Tolong para Kapolda libatkan juga rekan-rekan yang lain selain satgas untuk mengawasi pelabuhan, perbatasan, dan jalur distribusi lainnya. Sehingga pengawasan kita menjadi lebih kuat. Karena kita harus pastikan seluruh kebutuhan minyak goreng ada dilapangan,” Perintahnya.

Diwaktu yang sama Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi meminta kepada Kapolri untuk memastikan tidak adanya pihak distributor yang menahan stok minyak goreng. Dan dia berharap, pihak POLRI dapat mencegah pengiriman minyak goreng yang tidak resmi ke luar negeri.

“Terima kasih bapak-ibu mudah-mudahan kita bisa kerjasama. Setidaknya jelang puasa atau Ramadan kita bisa khusuk ibadah Ramadan dan sampai lebaran aman, tenteram dan semua terjangkau dan terkoordinasi dengan baik,” Tutup Lutfi.

Lutfi menyatakan pihaknya siap melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak POLRI dan seluruh jajarannya yang ada di Wilkum (Wilayah Hukum) Indonesia, untuk memastikan kebutuhan minyak goreng di Indonesia.(Kyo)

Ketua Kadin Jakarta Selatan Pimpin Perguruan Pencak Silat Beksi

Ketua Kadin Jakarta Selatan, Akhmad Lafranta Siregar SE MBA MPM, kembali mengemban satu amanah dengan menjadi Ketua Perguruan Pencak Silat (PPS) Beksi. Amanah tersebut didapat setelah lima tokoh guru besar Beksi bertemu dan berkumpul di RPTRA Petukangan Utara, Minggu (13/3).

Silat adalah bagian budaya masyarakat Indonesia yang wajib dilestarikan dan sudah di akui dunia. Sebagai orang yang kini dipercaya memimpin Kadin wilayah Jakarta Selatan, Affan mengaku masyarakat adalah bagian penting sinergitas program yang harus diperhatikan terutama masalah budaya yang di miliki masyarakat turun temurun.

Salah satu aliran silat yang cukup diminati masyarakat Betawi adalah Beksi, aliran silat yang sudah turun temurun ada dan berkembang di wilayah Jakarta dan sekitarnya. “Beksi adalah aliran silat yang cukup diperhitungkan dan punya peranan penting bagi masyarakat Betawi yang perlu di optimalkan dan dikembangkan lagi kedepannya,” ujar Affan dalam acara silaturahmi sekaligus pengukuhan dirinya memimpin PPS Beksi Petukangan Jakarta Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Akhmad Lafranta Siregar yang akrab disapa Affan ini mengatakan, amanah tersebut menjadi satu berkah bagi diri dan keluarganya. Karena, ia dapat belajar silat langsung dari guru-guru PPS Beksi.

Affan memandang silat beksi tidak semata berisikan seni bela diri, tapi juga penuh akan makna. “Silat Beksi bukan hanya bermanfaat untuk bela diri, atau untuk olahraga dan kesehatan, tapi ini juga bagian dari bagaimana kita melestarikan budaya,” ujarnya di sela-sela acara.

Patut diketahui, kata Beksi sendiri merupakan akronim dari “Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan”. Arti dan makna ini disarikan berdasarkan ajaran Islam yang harus saling menghargai, membantu, dan berlomba dalam kebaikan sebagai seorang manusia.

Lebih jauh, Affan mengaku, dengan amanah yang diberikan kepadanya oleh lima guru PPS Beksi, dirinya akan berupaya membantu, membesarkan dan mengembangkan PPS Beksi ke depannya, baik di lingkungan DKI Jakarta, nasional, bahkan mungkin internasional. “Ini tantangan,” cetusnya.

Dia pun mencetuskan, sebagai Ketua Kadin Jakarta Selatan, dirinya akan mendorong seni bela diri silat ini untuk dapat menjadi ekstrakurikuler wajib di sekolah-sekolah dasar dan menengah di Jakarta. Kemudian, Petukangan Utara ditetapkan sebagai kampung silat resmi melalui peraturan gubernur. “Mudah-mudahan dengan arahan dan kerjasama para guru silat yang ada, upaya ini dapat dioptimalkan,” ujarnya seraya menambahkan kampung silat nantinya juga dibarengi dengan pengembangan usaha kecil dan mikro (UKM). “Mereka dapat menjadi binaan Kadin.”

Selain menjadi bagian ekstrakuler wajib untuk sekolah dasar dan menengah di Jakarta, para guru silat yang ada punya sertifikat kompetensi agar perguruan perguruan silat di Jakarta tetap eksis keberadaannya.

“Saya juga berharap ada terobosan baru dimasa pandemi, pengajaran silat bisa juga dipelajari masyarakat luas lewat pembelajaran hybrid atau digital dengan modul-modul pembelajaran yang menarik agar diminati generasi milenial,” ujar Affan

Sebelumnya, guru besar silat Beksi, Mohamad Soleh anak dari H.Hasbullah salah satu pendiri perguruan silat Beksi Petukangan, mengaku cukup senang dengan kesediaan Ketua Kadin Jakarta Selatan, Affan, menjadi Ketua PPS Beksi, khususnya lima perguruan. “Alhamdulillah, Pak Affan ada niat baik untuk membantu PPS Beksi. Mudah-mudahan dengan Ketua Kadin Jakarta Selatan menjadi Ketua, PPS Beksi akan dapat lebih maju dan terus berkembang,” tuturnya.

Sekilas Perkembangan Silat Beksi
Silat Beksi awal mulanya ada ditanah Betawi, diciptakan oleh seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Cing Oek yang pernah berkelahi dengan Marhali seorang warga Kampung dadap Tangerang Banten tempat mereka tinggal pada masa lalu.

Kala itu Marhali punya silat lain dan bukan Beksi. Tiap yang kalah berkelahi harus sportif belajar kepada yang mengalahkannya. Kemudian Murhali belajar silat Beksi kepada Mpek Lie Ceng Oek di Dadap. Tiap malam ayah dan ibu Murhali mengantar Marhali ke Dadap (rumah Lie Ceng Oek) untuk belajar Beksi.

Dari Murhali, Beksi kemudian mulai di ajarkan kepada orang lain masyarakat sekitar (pribumi) di wilayah Dadap Tangerang. Silat Beksi sampai ke Petukangan Selatan ketika rombongan rebana H Gozali bermain di Dadap. Dia lihat Murhali sedang melatih murid-muridnya dengan jurus silat Beksi. Kala itu H. Gozali menyepelekan Beksi Marhali, berduel lah mereka.

Berkali-kali jurus H. Gozali tak mampu melawan jurus silat Beksi Murhali. Tumbangnya H. Gozali yang membuat ia penasaran dan belajar silat jurus Beksi pada Marhali. Dari seorang Murhali kemudian H. Gozali pun melatih beberapa pemuda Petukangan.

Setelah itu, muncullah Satu murid H. Gozali yang cukup berbakat dan pintar bernama H Hasbullah. Dari H.Hasbullah inilah perguruan Beksi Petukangan di dirikan dan berkembang setelah ia juga belajar langsung pada Lie Ceng Oek di Dadap Tangerang.

Selain H.Hasbullah, ada juga nama lain yang ikut mengembangkan Beksi di Petukangan seperti H.M Nur, H.Simin, H. Mandor Minggu yang tergabung dalam Perguruan Silat Petukangan.Beng Aryanto

Pengobatan Gratis di Pamulang Ramai Didatangi Lansia

.

Tangerang Selatan – Antrian warga nampak memadati meja pendaftaran di area halaman rumah Salmah Aryani (58), Jalan Padaidi, RT03 RW01, Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel).

Warga mendatangi lokasi itu guna menjalani pengobatan gratis. Dari kalangan remaja maupun lansia antusias memeriksakan kesehatannya pada sejumlah tenaga medis di sana.

Kebanyakan warga yang datang adalah para lansia. Salah satu di antaranya bernama Nawiyah (67). Nenek yang tinggal di Gang Barokah itu mengaku sering mengalami pegal-pegal disertai pusing pada bagian kepala.

“Badan sering pegel, kepala suka pusing. Tadi sudah dicek tensi darah, agak naik tensinya. Alhamdulillah sudah dikasih obat sama dokternya,” tuturnya.

Kediaman Nenek Nawiyah tak terlalu jauh dari lokasi pengobatan gratis. Dia pun mengaku sangat terbantu lantaran tak perlu lagi harus datang jauh-jauh ke Puskesmas, belum lagi biasanya antrian di Puskesmas cukup memakan waktu.

“Kalau di sini dekat rumah, jadi nggak perlu ke Puskes, jauh, mana ngantri juga di sana. Pengobatan ini benar-benar ngebantu buat masyarakat sekitar. Nggak ada biaya, gratis semua,” ucapnya.

Dalam pelaksanaan pengobatan gratis itu, Salmah bekerjasama dengan perawat dan dokter dari salah satu klinik terdekat. Obat-obatan yang digunakan pun sengaja dipilih yang terbaik agar khasiatnya cepat terasa.

“Kita kerjasama dari klinik di sini juga, jadi perawat dan dokternya dari klinik itu,” kata Salmah.

Salmah sengaja memilih Hari Jumat untuk melaksanakan kegiatan amal berupa pengobatan gratis. Karena menurut dia, kebanyakan orang-orang bersedekah pada hari itu dengan membagikan makanan saja.

“Jadi memang kita pilih hari Jumat buat acara pengobatan ini. Insya Allah akan rutin kita lakukan ke depannya,” tutupnya.

Diresmikan, Kantor Kepala Biro JMI Provinsi Bali Dilantik

Pimpinan Redaksi Jurnal Media Indonesia (JMI) Erde Isma Aji didampingi wakil kepala biro JMI Kab. Badung Provinsi Bali Rini, serta Redaktur JMI Saddam Al-Khadafi melantik Pak Dearta Simarmata sebagai Kepala Biro JMI Kab.Badung Bali. Pak Dearta Simarmata kini resmi Menjadi Pimpinan wartawan JMI yang ada di Kab. Badung Bali Senin (14/3/2022).

Acara yang di laksanakan di cafe & leauge ANIMA yang ada di Bali ini dibuka dengan sambutan dari pimpinan redaksi pusat, yakni Bpk Drs ERDE Isma A, SH. di susul dengan sambutan Kepala Bio JMI Kab.Badung Bali, Pak Dearta Simarmata, atau yang akrab disapa Bpk Parna. 

Dalam sambutannya, pertama tama Bpk Erde menyampaikan rasa terima kasih nya karena telah diundang dalam acara peresmian kantor JMI Kab.Badung Bali, dan menyatakan harapan nya yakni semoga dengan adanya kantor JMI Kab.Badung Bali ini dapat bersinergi dengan pemda setempat, kepolisian maupun TNI, serta media lain.

Ditempat yang sama, Kepala Biro Kab.Badung Bali, Bpk Dearta Simarmata menyampikan rasa terima kasih nya karena telah ditunjuk menjadi kepala biro kabupaten badung bali, dan semoga saya bisa menjalankan tugas ini dengan baik.

Acara yang di hadiri oleh sejumlah pejabat baik pemda, kepolisian, TNI, dan unsur terkait serta teman teman media lain ditutup dengan pemotongan pita yang diwakili oleh perwakilan dari Bupati Kab.Badung Bali yang sebelum nya diiringi dengan doa kepercayaan agama hindu oleh Ibu Leni.

Reaksi AS atas Serangan Rudal ke Markas Mossad di Erbil

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mereaksi serangan rudal ke dua markas Dinas Intelijen rezim Zionis Israel, Mossad di Erbil, utara Irak.

Salah seorang pejabat Deplu AS, Minggu (13/3/2022) dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Jazeera mengecam serangan rudal ke dua markas Mossad di Erbil, Irak.

Ia mengatakan, “Kami mengecam serangan memalukan ke Konsulat AS di Erbil, dan saat ini pejabat Irak serta Kurdistan tengah menyelidiki insiden serangan tersebut.”

Pejabat AS itu menambahkan, kompleks Konsulat AS tidak mengalami kerusakan, dan serangan rudal itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Pada saat yang sama sejumlah pejabat AS lain langsung menuduh Iran di balik serangan ini. Surat kabar AS, Wall Street Journal melaporkan, pejabat AS menuduh serangan rudal Minggu dinihari ke sekitar Konsulat baru AS di utara Irak, berasal dari Iran.

Menurut WSJ, serangan rudal Minggu dinihari merupakan pembalasan atas serangan udara Senin lalu oleh rezim Zionis ke Suriah yang menyebabkan dua penasihat militer Iran gugur.

Deplu AS mengumumkan, “Pemerintah Irak dan pemerintah Wilayah Otonomi Kurdistan sedang melakukan penyelidikan terkais serangan ini. Kami mengutuk serangan menindas dan pertunjukan kekerasan ini.”

Pasukan Rusia Tembak Jatuh Dua Drone Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan, sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh lima target udara termasuk beberapa drone Bayraktar TB-2 milik Angkatan Bersenjata Ukraina.

Dikutip situs Defense World, Sabtu (12/3/2022), Juru bicara Kemenhan Rusia, Igor Konashenkov mengatakan, “Dalam sehari, Angkatan Udara dan sistem pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh lima drone Ukraina, dua di antaranya drone Bayraktar TB-2, dan satu rudal taktis Tochka-U.”

Sebelum dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina, Turki sudah memasok sejumlah banyak drone Bayraktar untuk Kiev. Turki mengklaim, drone Bayraktar termasuk drone paling canggih di dunia.

Pesawat tanpa awak buatan Turki itu mampu membawa beban hingga 150 kilogram, dan bisa terbang hingga 24 jam. Drone ini pernah digunakan dalam perang di Libya, Suriah dan Karabakh.

Di sisi lain, Direktur Badan Ruang Angkasa Rusia, Roscosmos, Dmitry Rogozin memperingatkan, jika sanksi atas Rusia tidak dicabut, maka stasiun luar angkasa internasional mungkin saja jatuh ke bumi.

Menurut Rogozin, Rusia memberikan dukungan vital kepada Amerika Serikat di stasiun luar angkasa internasional, termasuk bantuan oksigen.

Legalisasi “Law As a Tool of Crime” di Penangkapan Wilson Lalengke

Fakta yang terjadi sulit bagi penulis untuk tidak mengatakan bahwa dalam kasus penangkapan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) telah terjadi legalisasi “Law as a tool of crime” atau perbuatan menjadikan hukum sebagai alat kejahatan.

Kepolisian Resort Lampung Timur boleh saja beralasan menjalankan tugas sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Laporan masyarakat memang wajib dilayani dan diproses sesuai ketentuan yang diatur.

Namun dalam kasus penangkapan Ketum DPN PPWI Wilson Lalengke atas laporan polisi terkait pengrusakan karangan bunga pemberian warga yang sudah menjadi milik Polres Lampung Timur langsung diproses secara ‘membabi-buta’. Tak ada surat pemanggilan kepada pelaku dan surat penetapan sebagai tersangka tiba-tiba Wilson Lalengke langsung ditangkap bak teroris saat hendak memperjuangkan keadilan terhadap wartawan di Markas Polda Lampung.

Wilson Lalengke kemudian diborgol dan diseret ke Mapolres dan diperlakukan oleh oknum petugas polisi seperti penjahat kelas berat. Sebagai rekan seprofesi, penulis miris dan sedih melihat perlakuan aparat negara yang digaji dari keringat rakyat dan memperlakukan tokoh pers dan alumni Lemhanas ini seperti penjahat dalam kasus sepeleh.

Kapolres Lampung Timur sesungguhnya bukan anggota polisi yang masih berpangkat rendahan. Seharusnya paham bahwa pemberi karangan bunga ucapan selamat dalam bentuk apapun secara hukum sudah melepas hak kepemilikan atas barang yang diberikan kepada penerima. Itu sudah menjadi hukum positif yang berlaku di seluruh dunia. Jadi karangan bunga itu adalah milik Polres bukan lagi milik si pemberi.

Bahwa terjadi insiden penurunan papan karangan bunga milik Polres Lampung Timur di halaman Mapolres oleh Wilson Lalengke lebih disebabkan reaksi berlebihan yang diakibatkan isi dari ucapan selamat itu berisi pelecehan terhadap wartawan dan seakan ingin membenturkan watawan dengan institusi Polres Lamptim dalam penanganan perkara Pemimpin Redaksi ResolusiTV.com Muhammad Indra.

Terlepas dari kejadian itu, Polres Lamptim seharusnya tidak memproses laporan polisi yang dilayangkan orang yang mengaku pemilik papan karangan bunga yang sejatinya sudah menjadi milik Polres Lamptim.

Penulis ingin lebih menarik jauh ke belakang terkait apa sebetulnya yang diperjuangkan Ketum DPN PPWI Wilson Lalengke di Polres Lamptim. Wilson sedang tidak membela pengusaha kaya tapi sedang memperjuangkan hak azasi anggotanya yang dikriminalisasi.

Wilson yang saya kenal bukan sekali ini membela kepentingan wartawan yang terzalimi, tapi warga umum sekalipun tak luput dari perhatiannya. Bahkan seorang ibu anggota Bhayangkara, isteri perwira polisi di Polda Sulut yang menjadi korban kriminalisasi turut pula dibelanya mati-matian.

Karena Wison menentang keras praktek legalisasi hukum sebagai alat kejahatan untuk mengkriminalisasi orang yang tak bersalah.

Akan halnya Anggota PPWI Muhammad Indra, Pemimpin Redaksi ResolusiTV.com yang menjadi korban kriminalisasi ikut dibela Wilson tanpa pamrih. Jauh-jauh dari Jakarta terbang ke Lampung untuk membela anggotanya yang dizalimi.

Dalam keterangan pers yang disampaikan Wilson selaku Ketua DPN PPWI usai korban kriminalisasi pers Muhammad Indra ditahan penyidik Polres Lamptim, secara gamblang diungkapan kronologis kejadian penangkapan terhadap korban di rumahnya.

Sebelum ditangkap, Muhammad Indra diungkapkan sempat memberitakan peristiwa seorang isteri menggrebek suaminya lagi berselingkuh dengan wanita idaman lainnya. Pelaku perselingkuhan itu bernama Rio yang disebut-sebut merupakan pimpinan organisasi masyarakat dan orang dekat Bupati di Lampung.

Pasca pemberitaan itu, Rio Bersama keponakannya Noval yang juga berprofesi sebagai wartawan meminta Muhammad Indra melakukan pertemuan untuk membicarakan kasus perselingkuhan yang diberitakan di media ResolusiTV.com.

Pihak Rio meminta bantuan Noval agar persoalan itu diselesaikan secara baik-baik dengan Muhammad Indra. Meskipun sibuk dengan kegiatan medianya, Indra akhirnya mengorbankan waktu dan kesibukannya untuk memenuhi permintaan Noval rekannya sesama wartawan untuk bertemu di Masjid Desa Sumbergede.

Dalam suasana damai dan kekeluargaan Muhammad Indra bersedia menolong rekannya Noval agar berita tentang perselinguhan pamanya Rio dihapus dari halaman media ResolusiTV.com. Dan Noval pun memberikan uang kepada Muhammad Indra sebagai uang pengganti transport serta waktu yang diberikan untuk bertemu menyelesaikan persoalan nama baik pamannya dengan pendekatan sesama profesi.

Uang yang diterima Muhammad Indra tidak banyak karena hanya 3 juta rupiah sehingga tidak layak dikategorikan pemerasan. Itupun bukan permintaan Indra melainkan pemberian. Yang pasti uang itu tidak diterima korban kriminalisasi pers Muhammad Indra dari Rio sang pelapor.

Pertemuan itu rupanya bagian dari skenario untuk menjebak Muhamad Indra setelah menerima uang dari Noval. Rio yang secara langsung tidak memberikan uang kepada Muhammad Indra justeru menghianati kesepakatan dan pertemuan di Masjid dengan melaporkan Muhammad Indra dengan tuduhan pemerasan.

Dari peristiwa pertemuan itu sudah bisa dipastikan ada scenario yang dilakukan Rio Bersama Noval untuk menggunakan Hukum atau pasal pidana pemerasan terhadap Pimred ResolusiTV.com Muhammad Indra dengan bukti pemberian uang tersebut ke polisi.

Bagi penulis cukup sulit untuk tidak berprasangka bahwa oknum aparat Polres Lampung Timur tidak terlibat dalam skenario legalisasi law as a tool of crime yang diterapkan Rio untuk menjerat Muhammad Indra. Sepertinya tabiat Rio yang suka berhianat kepada isterinya ikut pula dipraktekan kepada Mumammad Indra dengan menghianati kesepakatan dan niat baiknya menolong untuk menghapus berita perselingkuhannya di media ResolusiTV.com agar nama baik Rio bisa tetap terjaga.

Bagaimana mungkin polisi memproses tuduhan pemerasan dengan uang yang hanya berjumlah 3 juta rupiah yang diterima tersangka. Serendah itukah parameter nilai uang pemerasan menurut Polres Lamptim? Polisi sangat jelas tidak memperlihatkan profesionalismenya ketika menangani perkara ini. Sejatinya wartawan yang dilaporkan dimintai keterangan dulu.

Motif atau mens rea dalam kasus ini pun gak ada sama sekali. Karena berita terkait kasus tersebut sudah dimuat di media ResolusiTV.com oleh Muhammad Indra. Dari mana polisi dan pelapor memiliki bukti ada pemerasan atau permintaan uang dari Muhammad Indra kepada pelapor dalam jumlah besar karena tujuan pemberitaan.

Faktanya berita sudah naik dan terpublikasi. Di mana letak pemerasannya lalu polisi bertindak fulgar dan menggerbek rumah tersangka dengan cara-cara yang kurang pas dan menggambarkan arogansi lembaga kepada rakyat yang menggajinya.

Operasi tangkap tangan kelihatan sekali sangat dipaksakan. Karena tersangka tidak pernah meminta uang kepada pelapor dan kejadian bukan di rumah tersangka melainkan di Masjid Desa Sumber Gede.

Niat tersangka justeru sebaliknya adalah itikad baik menolong pelapor agar nama baiknya bisa terjaga dengan bersedia menghapus berita perselingkuhanya. Fakta ini pun disaksikan langsung isteri tersangka.

Akibat dari itu, wajar jika Wilson Lalengke selau Ketum DPN PPWI meradang karena anggotanya dikriminalisasi. Meskipun dalam proses pembelaan yang dilakukan Wilson Lalengke itu telah terjadi rentetan peristiwa yang menyebabkan dirinya ditangkap polisi.

Dengan fakta penangkapan Ketum PPWI Wilson Lalengke ini, penulis menjadi semakin yakin ada pihak yang sukses menjadikan law as a tool of crime. Dan pihak oknum Polres Lamptim dan Kapolresnya harus ikut bertanggungjawab atas persoalan itu.

Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo sebaiknya segera mencopot Kapolres Lampung Timur dan memberi sanksi kepada seluruh oknum penyidik yang melakukan penangkapan terhadap Wilson Lalengke yang melanggar prosedur. Polisi harusnya menunjukan profesionalisme bukan arogansi.

Terlepas dari semua itu, Wilson Lalengke juga dikabarkan sudah meminta maaf kepada Polres karena sempat membentak petugas Polres dan merobohkan papan karangan bunga. Selain itu Wilson juga meminta maaf kepada tokoh adat Lampung karena karangan bunga dari keluarga adat yang dirobohkannya menyinggung keluarga adat setempat.

Tersenggol Kontainer Tiang Telkom di Jakarta Timur Nyaris Rubuh

Tiang kabel milik PT Telkom Indonesia di bilangan Bekasi Timur IV, Kelurahan Cipinang Besar Utara Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur nyaris rubuh. Tidak hanya posisi melintang ke badan jalan, tiang besi penyangga kabel Telkom tersebut juga mengganggu pengendara.

Menurut Iyan, kondisi lalulintas saat jadi kerja mengalami kemacetan disekitar lokasi. Sebab, khusus pengendara mobil boks saat melintas harus menurunkan kecepatannya. Bahkan, kata pedagang warkop itu salah seorang kernek mobil tersebut terpaksa turun dan menyingkirkan sejumlah kabel yang terurai ke jalan.

” Mengganggu bagi pengendara, apalagi mobil-mobil boks gede sempet macet kabel harus dikeatasin sama kenek,” kata pemuda berkaos hitam saat dimintai keterangannya, Jum’at (11/3/2022).

Melihat kondisi ini, Iyan menilai bilamana tak kunjung diperbaiki oleh pihak terkait maka akan membahayakan warga yang tengah melintas. Namun, dikatakan dia, bila sewaktu-waktu rubuh tiang kabel Telkom itu akan berdampak fatal.

” Negeri takut kabel listrik, takutnya tiangnya runtuh pas ada orang niban,” ujar Iyan.

Disisi lain, Jon Pare mengatakan rubuhnya tiang Telkom terjadi pada Jum’at dini hari, pukul 03.15 Wib. Kata dia, kontainer dengan Nomor Polisi B 9085 EB telah membentur tiang kabel Telkom. Kejadian yang akibatkan putusnya kabel jaringan telekomunikasi ini juga disaksikan oleh warga sekitar.

” Kejadian jam 03.15 Wib, ketarik kontainer panjang. Nggak ada korban, tiang doang sama kabel yang putus,” terang Jon Pare saat menceritakan penyebab rubuhnya tiang Telkom. (Dw)